Masalah Banjir di Mabar Hilir, Rico Waas: Jadi Prioritas Pemko Medan

Kegiatan Sapa Warga di Kelurahan Mabar Hilir

Di tengah kegiatan rutin yang digelar oleh Pemerintah Kota Medan, masyarakat Kelurahan Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli, tampak antusias dan bersemangat mengikuti acara Sapa Warga. Acara ini diselenggarakan di halaman kantor Lurah Mabar Hilir, Jalan Suasa Raya, pada hari Sabtu (4/10). Para warga hadir untuk menyampaikan keluhan mereka secara langsung kepada Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas.

Masalah Banjir dan Drainase yang Mengganggu

Beberapa warga yang hadir menyampaikan berbagai permasalahan yang mereka alami. Salah satu isu utama adalah banjir yang sering terjadi di wilayah tersebut. Mereka menilai bahwa drainase tidak cukup memadai untuk menangani air hujan yang turun dalam jumlah besar. Selain itu, jalan-jalan di sekitar lingkungan juga rusak, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menanggapi keluhan tersebut dengan menjelaskan bahwa pihaknya sedang melakukan beberapa langkah penanganan. Salah satunya adalah kerja sama dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) dalam upaya mengatasi masalah banjir. Ia juga menyebutkan bahwa pembebasan lahan diperlukan sebagai bagian dari proses penanganan tersebut.

Perbaikan Saluran Drainase dan Jalan

Ahmad Husni, salah seorang warga Kelurahan Mabar Hilir, menyampaikan keluhannya tentang banjir yang terjadi di Jalan Islamiyah, lingkungan XI. Menurutnya, tidak adanya saluran drainase menyebabkan air hujan menggenangi jalan, sehingga mengganggu aktivitas warga dan bahkan membuat kendaraan roda dua mogok. Ia juga mengeluhkan kondisi jalan yang rusak dan meminta agar dilakukan perbaikan.

Rico Waas menanggapi keluhan tersebut dengan menyatakan bahwa saluran drainase dari arah Rumah Potong Hewan (RPH) harus segera ditembuskan. Ia menekankan bahwa perbaikan jalan hanya bisa dilakukan setelah saluran drainase selesai diperbaiki.

Masalah Air Bersih dan Limbah Pabrik

Tugino, warga lingkungan II, Mabar Hilir, juga menyampaikan keluhannya. Ia mengeluhkan banjir yang sering terjadi di lingkungannya akibat saluran drainase yang tidak memadai. Selain itu, ia juga menyampaikan masalah air bersih dan limbah pabrik yang menyebabkan sumur warga menjadi hitam.

Menurut Tugino, saluran induk air bersih sudah ada, tetapi tidak tersedia di dalam gang-gang kecil. Ia juga menyebutkan bahwa saat ini banyak warga mengambil air dari masjid karena sumur mereka tidak layak pakai.

Rico Waas menanggapi keluhan ini dengan meminta Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan untuk memberikan teguran ulang kepada perusahaan tersebut. Ia juga menyarankan agar dilakukan pertemuan dengan pihak perusahaan untuk mencari solusi dan kontribusi yang dapat diberikan kepada masyarakat.

Masalah Lain yang Disampaikan Warga

Selain permasalahan banjir, drainase, dan jalan rusak, masyarakat juga menyampaikan keluhan lain seperti lampu jalan yang mati, kesulitan dalam pengurusan KTP dan adminduk, serta masalah honor Bilal mayit maupun guru magrib mengaji. Selain itu, mereka juga menyampaikan masalah lahan perkuburan yang sudah penuh.

Dengan adanya kegiatan Sapa Warga ini, diharapkan dapat menjadi sarana komunikasi yang efektif antara pemerintah dan masyarakat. Semua keluhan yang disampaikan akan menjadi bahan evaluasi dan perbaikan yang lebih baik di masa depan.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *